"MERDEKA! Upacara Kemerdekaan RI ke-80 di Ponpes Bina Insan Madani, dengan semangat dan jiwa nasionalisme…

Cabang-cabang Iman | Bagian 1
MENCINTAI ALLAH SWT
Oleh Dr. H. Rachmat Soji, Lc., M.A.
- Orang mukmin sangat cinta kepada Allah
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ….(البقرة: 165)
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (31) آل عمران
Rasulullah, SAW. Bersabda:
عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ ” (مسلم)
Dari Anas, dari Nabi, SAW., beliau bersabda: ada tiga hal, siapa yang memiliki ketiganya, makai a akan merasakan nikmatnya keimanan; pertama, siapa yang Allah dan RasulNya lebih ia cintai dari selain keduanya; kedua, mencintai orang lain, hanya karena Allah; ketiga, membenci Kembali kepada kekafiran setelah Alah selamatkan ia darinya seperti bencinya ia dilemparkan ke dalam api (HR. Imam Muslim).
Rabia’h ‘Adawiyah berkata:
تَعْصِي الاله وَأَنت تظهر حبه … هَذَا محَال فِي الفعال بديع
Engkau bermaksiat pada-Nya, padahal Engkau menyatakan cinta pada-Nya
Ini adalah sesuatu yang aneh dan mustahil
لَو كَانَ حبك صَادِقا لاطعته … إِنَّ الْمُحب لمن أحب مُطِيع
Andai cintamu benar, pasti engkau mentaati-Nya
Karena orang yang mencntai, pasti mentaati orang yang ia cintai
- Arti mencintai Allah dan tanda-tandanya adalah:
Pertama, Meyakini bahwa Ia terpuji dari setiap sisi, dari semua sudut pandang. Dialah yang berhak mendapatkan segala pujian
Kedua, Meyakini bahwa dia Mahabaik kepada semua hamba-Nya dengan anugerah yang tak terhingga, baik terasa atau belum
Ketiga, Meyakini bahwa kebaikan Allah tidak mungkin dibals oleh semua amal hamba, sebanyak dan sebaik apapun seorang hamba
Keempat, Tidak menganggap berat semua takdir-Nya dan semua perintah-Nya
Kelima, Selalu merasa takut dia berpaling dari-Nya,
Keenam, Segala harapannya bergantung kepada Allah, dan selalu merasa membutuhkannya
Ketujuh, selalu senang menyebut-nyebut nama-Nya
Kedelapan, Senang menunaikan kewajiban dan sunnah-sunnah-Nya
Kesembilan, Mencintai orang-orang yang dekat dan berjuang dijalan Allah
Abu Bakar, RA., Siddik mengatakan:
من ذاق حب الله تعالى شغله ذالك عن حب الدنيا
Siapa yang merasakan cinta kepada Allah, pasti akan menyibukannya daripada cinta dunia (tidak akan sempat mencintai dunia, karena dia cinta pada Allah). Laksana orang jatuh cinta pada seorang Wanita atau suatu benda, pada dia akan sibuk, dan tidak akan peduli dengan hal-hal lain.
Sebagian ulama berkata:
لايكون العبد محبا لربه حتى يذل نفسه في مرضات الله ظاهرا وباطنا
Seorang hamba tidak dianggap sungguh-sungguh mencintai Tuhannya, sampai ia menghinakan dirinya dalam mencari apa yang Allah ridhoi, baik yang zhahir maupun yang batin.
Tanda orang yang mencintai Allah adalah mencintai segala yang dicintai oleh Alalh dan membenci segala yagn dibenci oleh-Nya. Allah berfimran:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ…(المجادلة: 22)
Syekh Said al-Muqbiri berkata: Kunci agar mencintai Allah adalah mengenali-Nya (Ma’rifatullah). Allah berfimran:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ…(محمد:19)
- Bagaimana agar kita jatuh cinta dan rindu kepada Allah?
Dr. Majdi al-Hilali, Ulama Mesir menulis sebuah kitab bertajuk “Bagaiamana agarkita jatuh cinta dan rindu kepada Allah?”
Dalam kitab tersebut dikupas secara agar kitab isa mencintai, bahkan merindukan Allah. Hal-hal itu kita ringkaskan sbb:
- Mengenali Allah adalah jalan untuk mencintai-Nya ( baca dan renungkan QS: Yunus: 31, Al-Hajj: 54)
- Menyadari bahwa kita adalah “hembusan langit” (QS: Shad: 71-72, al-Hijr: 29
- Menyadari bahwa Allah telah memuliakan kita diatas semua makhluk (Al-Baqarah: 34, Attiin: 4, Al-Isro: 70, Al-Jatsiyah: 13)
- Menyadari betapa baiknya Allah kepada orang-orang mukmin (Al-Maidah: 32)
- Menyadari kebaikan Allah dengan menerima taubat ketika kita bersalah (QS: Al-Anfal: 38, At-Taubah: 6, Azzumar: 53)
- Allah menyiapkan surga yang penuh dengan kenikmatan yang kita inginkan (QS: Muhammad: 15, surat Al-Waqiah, surat Ar-Rahman, dan surat Al-Insan)
- Menyadari Hidayah yang Allah berikan kepada kita (QS: Saba: 50, An-Nur: 71, Al-A’raf: 43
- Merasakan pengurusan Allah pada diri kita (An-NAjm: 43, Al-Hijr: 22, Abasa: 24-32)
- Merasakan pengabulan doa-Nya pada kita (Al-Baqarah: 186)
- Merasakan bahwa Allah menaklukan semua alam buat kita (Ibrahim: 32-33)
- Menyadari baik dan kasih-sayangnya Allah pada kita (Al-An’am: 160, Al-Ahzab: 43 )
- Menyadari bahwa Allah Tidak mudah marah dan menyiksa kepada kita (hilm), bahkan menutupi aib-aib dan kesalahan kita (Yaasin: 67, Ann-Nahl: 45-47, Al-Kahf: 58)
Amal-amal yang bisa menumbuhkan cinta kepada Allah (bersambung)

This Post Has 0 Comments